GoPresent – Ketua Komisi III DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, menyatakan dukungannya terhadap program gentengnisasi yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Program tersebut mendorong penggunaan atap genteng menggantikan atap seng pada rumah-rumah warga di seluruh Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Nasir saat melaksanakan reses masa sidang kedua Tahun 2026 yang berlangsung di Sekretariat Partai Golkar Pohuwato, Sabtu (7/2/2026).
Nasir mengatakan, sebagai daerah ibu kota kabupaten, Marisa akan menjadi titik awal penerapan program gentengnisasi di Pohuwato.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah dan komitmen Partai Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan.
“Kita akan mulai perlahan-lahan di Marisa karena Marisa adalah ibu kota Pohuwato. Sebagai Partai Golkar yang merupakan partai koalisi, tentu ini kami tanggapi dengan baik,” ujar Nasir.
Menurutnya Ketua DPD Golkar Kabupaten Pohuwato ini, perubahan atap rumah lama membutuhkan proses yang tidak singkat. Namun, ia menekankan bahwa program tersebut dapat dimulai dengan mendorong penggunaan genteng pada pembangunan rumah baru.
“Kalau mengubah rumah lama memang pekerjaannya panjang, tapi minimal untuk rumah tangga baru. Kami akan menghimbau, ketika membangun rumah, agar menggunakan atap genteng,” jelasnya.
Nasir juga menyoroti pesatnya pembangunan di wilayah Marisa, termasuk rumah tinggal, rumah kos, hotel, dan rumah makan. Kondisi ini dinilainya sebagai peluang awal untuk merealisasikan program gentengisasi secara bertahap.
“Saya kira perkembangan Marisa cukup pesat. Banyak rumah baru, kos-kosan, hotel, dan rumah makan yang akan dibangun. Kita mulai satu atau dua dulu untuk mewujudkan program gentengnisasi itu sendiri,” harapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mendorong penggunaan atap genteng sebagai standar atap rumah di Indonesia dan menolak penggunaan atap seng yang dinilai kurang ideal bagi hunian masyarakat.
Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui proyek nasional bertajuk gentengnisasi yang melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengnisasi,” tegas Prabowo.
Prabowo menilai penggunaan atap seng yang masih mendominasi di berbagai wilayah menyebabkan suhu rumah menjadi lebih panas, mudah berkarat, dan mengurangi kenyamanan serta estetika lingkungan.
Ia menegaskan bahwa pengembangan industri genteng nasional sangat memungkinkan karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri dan biaya produksinya relatif terjangkau.
Bahkan, menurutnya, limbah batu bara dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan genteng tanpa mengurangi kualitas.
Program gentengisasi, lanjut Prabowo, akan didukung penuh oleh pemerintah pusat dan terintegrasi dengan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menekankan gotong royong lintas sektor dalam penataan lingkungan permukiman.
“Indonesia tidak boleh terlihat berkarat. Indonesia harus kuat dan rakyatnya bahagia,” pungkas Prabowo. (Rik)













