GoPresent – Lima belas pekan bukan waktu yang singkat untuk menjaga sebuah kebaikan tetap menyala. Selama itu pula, Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM) konsisten menjadikan setiap Jumat sebagai momentum untuk berbagi.
Pada pekan ke-15, langkah kepedulian tersebut menembus tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato, menyapa warga binaan dengan bantuan sekaligus pesan sederhana: di balik jeruji, harapan dan kepedulian tetap memiliki tempat.
Melalui program Jumat Berkah, YR TIM menyalurkan makanan siap saji dan sejumlah bantuan lainnya kepada warga binaan Lapas Pohuwato, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen YR TIM untuk terus menghadirkan kepedulian kepada masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Bagi YR TIM, berbagi bukan sekadar tentang menyerahkan bantuan. Ada nilai kemanusiaan yang ingin terus ditanamkan, bahwa setiap orang tetap berhak mendapatkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri, terlepas dari masa lalu yang pernah dilalui.
Koordinator YR TIM, Abd. Karim Pakaya, mengatakan pekan ke-15 Jumat Berkah menjadi momentum tersendiri bagi yayasan untuk memperluas jangkauan kepedulian.
“Jumat Berkah ini sudah memasuki pekan ke-15. Bagi kami, ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa semangat berbagi harus terus dijaga. Kali ini kami ingin hadir di Lapas Pohuwato untuk memberikan perhatian dan dukungan moral kepada warga binaan,” ujarnya.
Menurut Abd. Karim, warga binaan merupakan bagian dari masyarakat yang sedang menjalani proses pembinaan. Karena itu, perhatian dan dukungan moral dinilai penting agar mereka tetap memiliki semangat untuk berubah dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin mereka tahu bahwa masih ada yang peduli. Kesalahan di masa lalu tidak boleh mematikan harapan seseorang untuk berubah dan menjadi lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan, konsistensi selama 15 pekan menjadi bukti bahwa YR TIM berupaya menjadikan berbagi sebagai gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
“Kami percaya setiap rezeki yang Allah titipkan di dalamnya ada hak orang lain. Karena itu, kami ingin terus berbagi. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka yang menerima,” tambahnya.
Jumat Berkah pekan ke-15 pun meninggalkan pesan yang lebih dalam dari sekadar bantuan yang disalurkan. Dari luar hingga ke balik jeruji Lapas Pohuwato, YR TIM ingin menunjukkan bahwa kebaikan tidak mengenal batas dan kepedulian tidak seharusnya berhenti hanya karena seseorang sedang menjalani masa pembinaan.
YR TIM berkomitmen melanjutkan program Jumat Berkah pada pekan-pekan berikutnya dengan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Bagi YR TIM, setiap Jumat adalah kesempatan untuk berbagi, dan setiap bantuan adalah cara sederhana untuk menghadirkan harapan. Sebab, satu kebaikan mungkin terlihat kecil bagi yang memberi, tetapi bisa berarti besar bagi mereka yang menerimanya.












